Perbanyak Ibadah Di Bulan Syaban

by Team, 3 Mar 2023
Bulan Sya’ban adalah bulan yang terletak setelah bulan Rajab dan ebelum bulan Ramadhan. Bulan Sya’ban memiliki banyak keutamaan da nada juga ibadah-ibadah yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallah pada bulan ini.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mengisinya dengan memperbanyak berpuasa di bulan ini sebagai persiapan menghadapi bulan Ramadhan. Bulan ini dinamakan bulan Sya’ban karena di saat penamaan bulan ini banyak orang Arab yang berpencar-pencar mencari air  atau berpencar-pencar di gua-gua setelah lepas bulan Rajab.

Ada beberapa keutamaan yang dikaitkan dengan bulan Sya’ban diantaranya adalah :

Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam sangat memuliakan bulan Sya’ban dan sering berpuasa selama bulan ini. Beliau juga memberikan nasehat dan pengajaran tentang pantingnya bulan Sya’ban.

Salah satu amalan yang dilakukan selama bulan Sya’ban adalah memperbanyak membaca Al-Qur’an agar dapat membantu meningkatkan keimanan dan mendapatkan rahmat Allah Ta’ala.

Mengerjakan amalan-amalan shalih yang disunnahkan dikerjakan di setiap waktu. Untuk menghadapi bulan Ramadhan para ulama terdahulu membiasakan amalan-amalan shalih semenjak datangnya bulan Sya’ban.

Menjauhi perbuatan syirik dan permusuhan di antara kaum muslimin.

Walaupun bulan sya’ban memiliki beberapa keutamaan, namun tidak ada rujukan yang jelas dalam Al Qur’an atau hadits yang menyetakan bahwa bulan Sya’ban ini memiliki keutamaan yang lebih besar dari bulan-bulan lainnya. Oleh karena itu sebaiknya kita tetap melakukan ibadah dan melakukan kebaikan selama setiap bulan dalam kelander Islam.

Mengkhususkan puasa di siang pertengahan bulan Sya’ban tidak dianjurkan untuk mengerjakannya. Bahkan sebagian ulama menghukumi hal tersebut bid’ah. Adapun haditsnya berbunyi : “ Apabila malam pertengahan bulan Sya’ban, maka hidupkanlah malamnya dan berpuasalah di siang harinya”.

Maka hadits tersebut adalah hadits yang palsu, sehingga tidak bisa dijadikan dalil. Tetapi jika kita mau berpuasa pada hari itu karena keumuman hadits tentang sunnah-nya berpuasa di bulan Sya’ban atau karena dia termasuk puasa di hari-hari biidh, maka hal tersebut tidak mengapa. Yang diingkari adalah pengkhususannya saja.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

 
Copyright © 2024 SembilanDunia.com
All rights reserved