Mengoptimalkan SEO untuk website multi-bahasa merupakan tantangan tersendiri bagi banyak pemilik bisnis. Dengan semakin meningkatnya permintaan akan konten multi-bahasa, penting untuk memastikan bahwa struktur URL yang Anda pilih mendukung strategi SEO secara efektif. Mari kita bahas beberapa opsi struktur URL yang umum digunakan, yaitu ccTLD (country code Top-Level Domain), subdomain, dan subfolder, serta kelebihan dan kekurangan masing-masing.
1. ccTLD (Country Code Top-Level Domain)
Menggunakan ccTLD adalah salah satu cara paling efektif untuk mengelola website multi-bahasa. Misalnya, jika Anda memiliki konten dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, Anda bisa menggunakan www.example.co.id untuk versi bahasa Indonesia, dan www.example.co.uk untuk versi bahasa Inggris.
Kelebihan dari penggunaan ccTLD adalah bahwa setiap domain diindikasikan sebagai situs yang terpisah di mata mesin pencari. Hal ini menyediakan sinyal yang kuat kepada Google dan mesin pencari lainnya bahwa konten Anda relevan untuk audiens lokal. Namun, kekurangannya adalah bahwa pengelolaan SEO untuk setiap domain bisa menjadi lebih rumit dan memerlukan usaha lebih dalam hal pemeliharaan dan pengoptimalan.
2. Subdomain
Membangun website multi-bahasa menggunakan subdomain juga merupakan pilihan yang cukup populer. Misalnya, Anda dapat menggunakan en.example.com untuk konten dalam bahasa Inggris dan id.example.com untuk konten bahasa Indonesia.
Salah satu keuntungan dari subdomain adalah bahwa Anda dapat memberikan fleksi yang lebih besar dalam hal pengelolaan konten dan struktur website. Mesin pencari memperlakukan subdomain sebagai entitas yang terkait tetapi terpisah, sehingga memudahkan Anda untuk mengoptimalkan konten spesifik bahasa. Namun, kerugian utamanya adalah subdomain tidak selalu mendapatkan otoritas domain yang sama dengan domain utama, sehingga dapat mempengaruhi performa SEO untuk website multi-bahasa Anda.
3. Subfolder
Menggunakan subfolder adalah pendekatan yang lebih sederhana dan terintegrasi untuk website multi-bahasa. Dalam hal ini, Anda dapat menggunakan www.example.com/id/ untuk konten bahasa Indonesia dan www.example.com/en/ untuk konten bahasa Inggris.
Salah satu keuntungan dari subfolder adalah bahwa semua kekuatan SEO yang diperoleh dari domain utama akan dimanfaatkan pada subfolder. Ini mengurangi beban dalam hal otoritas dan meningkatkan performa SEO untuk website secara keseluruhan. Selain itu, subfolder lebih mudah dikelola daripada ccTLD dan subdomain. Namun, pengelolaan konten spesifik bahasa mungkin kurang fleksibel, dan mesin pencari akan melihat subfolder sebagai bagian dari domain utama, bukan sebagai entitas terpisah.
4. Memilih yang Terbaik untuk Website Multi-Bahasa Anda
Dalam memilih struktur URL terbaik untuk SEO untuk website multi-bahasa, pertimbangkan faktor-faktor seperti kemudahan pengelolaan, kebutuhan otoritas domain, dan relevansi untuk audiens lokal. Pastikan untuk juga menggunakan tag hreflang yang tepat, yang membantu mesin pencari memahami hubungan antara halaman yang berbahasa berbeda. Dengan cara ini, Anda akan memberikan sinyal yang jelas tentang konten yang relevan kepada pengguna di berbagai negara. Mengoptimalkan struktur URL Anda untuk SEO menjadi langkah pertama yang esensial dalam memastikan kesuksesan website multi-bahasa Anda di pasar global.
Mau Ikutan Lomba Try Out Nasional? Yuk Di TryOut.id Aja
by Team 24 Agu 2022
Tips Mengelola Komunitas agar Tetap Solid
by Admin 29 Jul 2024
Pengaruh ZMOT Terhadap Keputusan Konsumen Membeli Produk
by Admin 31 Jul 2024