Pemerintah Prediksi Rupiah Melemah di 2023, Ini Penyebabnya

18 Agu 2022  | 135x | Ditulis oleh : Team
Pemerintah Prediksi Rupiah Melemah di 2023, Ini Penyebabnya

Pemerintah memperkirakan nilai tukar rupiah di 2023 melemah terutama dipicu oleh masih adanya tekanan pada kinerja transaksi finansial. Ketidakpastian di pasar keuangan global diprediksi masih cukup tinggi sejalan dengan berlanjutnya eskalasi risiko, meski dengan intensitas yang lebih rendah dibanding tahun 2022.

“Aliran modal di Indonesia yang melalui investasi portofolio juga akan mengalami tekanan sehingga akan memicu capital outflow dan tekanan pada pergerakan nilai tukar rupiah,” dikutip dalam buku Nota Keuangan berserta Rancangan APBN 2023 yang disampaikan Presiden Joko Widodo kepada Dewan Perwakilan Rakyat pada Rabu, 16 Agustus 2022.

Mengutip Tempo.co, hal itu disebabkan tingginya inflasi global yang akan mendorong keberlanjutan langkah normalisasi kebijakan moneter global, khususnya The Fed di 2023.

Pengetatan moneter yang dilakukan The Fed, baik melalui percepatan kenaikan suku bunga maupun kontraksi balance sheet, akan menyebabkan ketatnya likuiditas di pasar keuangan global.

Dengan masih tingginya ketidakpastian tersebut, investor global juga cenderung memilih instrumen keuangan yang lebih aman (safe haven) sehingga akan berdampak pada terbatasnya aliran modal ke emerging market.

Selain itu, kinerja dari transaksi berjalan akan turut menambah tekanan pada pergerakan nilai tukar rupiah di tahun 2023. Adanya potensi resesi global terutama yang terjadi di AS dan Tiongkok sebagai mitra dagang utama Indonesia diperkirakan dapat memicu penurunan volume ekspor Indonesia.

Selain itu, normalisasi harga komoditas ekspor juga akan mendorong turunnya nilai ekspor

Indonesia. Di sisi lain, semakin meningkatnya aktivitas ekonomi domestik akan menyebabkan kenaikan permintaan masyarakat sehingga mendorong kenaikan aktivitas impor.

Peningkatan importasi ini juga akan memicu tekanan pada kinerja neraca jasa, khususnya pada jasa transportasi barang. Dengan berbagai risiko tersebut, kinerja transaksi berjalan di tahun 2023 akan mengalami tekanan meski relatif kecil dan memberi dampak pada penurunan supply valas di dalam negeri untuk stabilisasi nilai tukar rupiah.

“Dengan berbagai tantangan dan peluang tersebut, secara umum rata-rata nilai tukar rupiah tahun 2023 diasumsikan akan bergerak pada kisaran Rp 14.750 per dolar AS.”

#Tag
Artikel Terkait
Mungkin Kamu Juga Suka
Rajakomen
Scroll Top