Akibat Terlalu Sesak, Jemaah Haji Lansia RI di Mina Dilaporkan Tidur Luar Tenda

30 Jun 2023  | 418x | Ditulis oleh : Team
Akibat Terlalu Sesak, Jemaah Haji Lansia RI di Mina Dilaporkan Tidur Luar Tenda

Jemaah haji Indonesia menghadapi masalah pemondokan di Mina. Jemaah di Maktab 71 dilaporkan terpaksa tidur di luar tenda akibat terlalu sesak dan tak bisa menampung seluruh jemaah. Kondisi tersebut dilaporkan turut dialami para lansia.

Sangat disayangkan sudah bayar mahal-mahal di usia yang renta harus mendapatkan pelayanan yang sangat memprihatinkan, walau itu dluar dugaan, tetapi semestinya untuk lansia haruslah mendapatkan perhatian lebih demi untuk menjaga kesehatan selama menunaikan ibadah haji, tentu dengan cara pelayanan yang lebih cekatan lagi.

Berdasarkan foto dan video yang diberikan kepada tim pengawas haji DPR, kasur-kasur digelar di depan tenda. Jemaah tidur dan makan di atas kasur tersebut. Ada pula koper-koper jemaah yang berada di luar tenda.

Video itu disebut berasal dari tenda jemaah kloter 95 Solo dan kloter 93 Blora yang berada di Maktab 71.

Anggota Timwas Haji DPR Hamid Noor Yasin pun meminta Dirjen Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) bergerak cepat karena khawatir kondisi jemaah akan memburuk jika situasi tersebut dibiarkan.

“Kami khawatir kalau besok siang cuaca panas tinggi dan tidak bisa tertampung di dalam tenda akan terjadi persoalan-persoalan yang serius,” kata Hamid seperti dilansir dari laman detikcom, Sabtu (29/6).

Permasalahan tenda sudah dikeluhkan jemaah haji Indonesia setibanya di Mina setelah terlantar di Muzdalifah. Kapasitas tenda tak mampu menampung seluruh jamaah.

Sebagian jamaah yang sudah kepayahan akibat terlalu lama menunggu angkutan menuju Mina pun harus istirahat di luar tenda di tengah udara bersuhu di atas 40 derajat Celsius.

Sementara itu, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief sebelumnya mengatakan bakal melakukan pengecekan ulang jemaah haji dari Indonesia di Mina. Menurutnya, itu diperlukan imbas insiden di Muzdalifah dan juga kapasitas yang berlebih di Mina yang kelebihan

“Penempatan juga harus diatur ulang, kami akan cek ke maktab maktab yang ada di Mina apakah mereka menempati maktabnya sesuai yang sudah ditentukan atau tidak karena beberapa tempat itu sudah overcapacity, penuh, bahkan meluber ke mana-mana,”

“Tetapi yang nanti kami lakukan adalah apakah mereka betul jemaah di situ atau limpahan dari yang lain yang belum menempati yang sesungguhnya,” kata Hilman Latief kepada media di Muzdalifah, Rabu (28/6).

Tak hanya itu, ia juga mengaku sudah menyampaikan protes keras kepada Mashariq terkait pemenuhan hak jemaah Indonesia. Ia menyesalkan kelambanan dalam menyiapkan layanan jemaah haji di Muzdalifah dan Mina.

Berawal dari keterlambatan pemberangkatan jemaah dari Muzdalifah ke Mina, layanan konsumsi di Mina yang tidak terdistribusi dengan baik dan lancar serta potensi ketersediaan kasur yang tidak sesuai jumlah jemaah.

“Kami sudah sampaikan protes keras ke Mashariq terkait persoalan yang terjadi di Muzdalifah. Kami juga meminta agar tidak ada persoalan dalam penyediaan layanan di Mina,”

“Kami akan terus kawal ini, agar Mashariq bergerak lebih cepat dalam penyiapan layanan bagi jemaah haji,” lanjutnya seperti diberitakan di laman resmi Kementerian Agama.

#Tag
Artikel Terkait
Mungkin Kamu Juga Suka
Rajakomen
Scroll Top